Hari Terakhir Workshop “Peningkatan Kualitas SDM dan Pembelajaran PAUD”

Dan hari terakhir  Ibu Tati Hartati ( Pengawas TK Negeri Pembina Tingkat Nasional ) dan Ibu Tati Yuliarti (Kepala Sekolah TK Negeri Pembina Tingkat Nasional ) memaparkan tentang “ Peningkatan Kualitas SDM dan Pembelajaran PAUD “.

Yang menjadi unsur penting dalam hal ini yaitu, bagaimana mengembangkan nilai agama dan moral  dan pembentukkan karakter melalui kegiatan sehari hari yang biasa dilakukan oleh seorang anak, meningkatkan kemampuan motorik seorang anak  , dan  dilibatkan melibatkan orangtua dalam menghasilkan karya-karya gemilang dari seorang anak sehingga dengan demikian  usaha para guru-guru di sekolah dapat dapat sejalan dengan harapan orang tua untuk menciptakan anak didik menjadi bangsa yang berkarakter dan beretika.

Bapak Ahmad Baidowi dari Yayasan Sukma Jakarta dengan materinya tentang “Manajemen sekolah” , di sesi akhir tetap membuat para peserta semangat. Karena Manajeman sekolah yang baik pastinya  sangat mempengaruhi proses ajar mengajar dan otomatis dapat meningkatkan mutu dari suatu sekolah. Manajemen sekolah yang baik setidaknya mampu  menerapkan pendekatan-pendekatan yang mendukung perbaikan dari suatu keadaan yang sebelumnya jauh dari harapan. Untuk terbentuknya suatu manajemen yang baik tidak terlepas dari beberapa teori yang dikenal sebagai sebuah ilmu dan praktek manajemen sekaligus yaitu :

  1. Pentingnya sebuah pendekatan yang memandang manajeman sebagai suatu proses yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam sebuah lembaga / organisasi.
  2. Menekankan pengalaman sebagai sumber utama praktek manajeman, dimana pengalaman para praktisinya yang benar / baik dan tidak baik selalu dijadikan pedoman bagaimana sebuah organisasi / lembaga harus dijalankan.
  3. Adanya hubungan tingkah laku ; Bahwa manusia harus selalu mengerti manusia, karena ketika bekerja dalam sebuah kelompok, manusia harus merumuskan tujuannya berdasarkan kesepakatan dengan orang lain.
  4. Sistim sosial dan budaya masyarakat memiliki arti penting dalam hubungan tingkah laku.
  5. Menjadikan manajeman sebagai sebuah pendekatan yang sangat rasional dalam pengambilan keputusan, baik secara personal maupun kelembagaan / kelompok.
  6. Keseluruhan proses manajeman, organisasi, perencanaan dan pengambilan keputusan sebagai sebuah proses yang harus berjalan secara logis menurut hubungan dan symbol-simbol secara matematis, dalam artikata menuntut para pengambil keputusan untuk selalu mengenali sebuah kawasan masalah ( problem area) dengan seksama, rinci, dan komprehensif, untuk dan dalam rangka merumuskan tujuan organisasi/lembaga secara jelas, efektif dan terukur berdasarkan pengetahuan dan informasi yang harus diketahui sebelumnya.