Perjalanan Miska Hajarina “anak bone” Operasi Katarak Ke Jakarta

Tiba pada hari yang ditentukan, semua peserta operasi katarak melakukan screening terlebih dahulu. Namun untuk Miska, ternyata tidak dapat dilakukan operasi di Makasar. Sukma merasa sedih, namun Ketua Tim Dokter RSPAD segera melaporkan kondisi Miska ke panitia. Ketua IAD Wilayah Sulawesi Selatan Ny. Dessy Hidayatullah segera berkonsultasi kepada Ketua Umum Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Ibu Ros Ellyana Prasetyo ,dan bersama Panita juga Tim Dokter Akhirnya disepakati untuk membawa Miska ke Jakarta dan melakukan operasi katarak khusus untuk Miska di Rumah Sakit Pusat Angatan Darat.

01Miska berangkat ke Jakarta dengan ditemani oleh Sukmawati dan Ibunya bersama dengan Tim Dokter . Setiba di RSPAD , Miska kembali melakukan berbagai test kesehatan untuk memastikan kondisi kesehatannya. Alhamdulillah tidak ada satupun kendala yang dapat menghambat jalannya operasi . Dan Dokterpun menjadwalkan Miska untuk dilakukan operasi mata keesokan harinya.

Hampir 2 jam pelaksanaan operasi Miska, kami menunggu dengan harap. Orang tua Miska tidak dapat berkata apa-apa. Hanya tertunduk mengucapkan doa. Sukmawati tiada henti berkata “ kami sangat berterima kasih kepada Ikatan Adhyaksa Dharmakarini. Karena kalau tidak ada Bhakti Sosial operasi katarak yang diadakan oleh Ikatan Adhyaksa Dharmakarini ini, Miska gadis kecil dari Bone tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk dapat melihat . Apapun hasil dari operasi ini kami akan terima . karena kami menyadari kondisi Miska yang sudah memiliki katarak ini sejak lahir. Dan kini kami hanya berdoa semoga ada mukjizat Allah untuk Miska agar operasi ini berjalan lancar dan Miska dapat melihat betapa indahnya ciptaan Allah ini. “

11Kita hanya berusaha dan Allah lah yang menentukannya. Miska telah selesai menjalani operasi katarak. Dan keesokan harinya pembalut matanya baru dapat dibuka. Tidak ada renge’an dari Miska Dia hanya bertanya “Bu Guru, apakah aku sudah boleh berbuka puasa ? karena aku akan baca do’a berbuka puasa terlebih dahulu sebelum aku makan”, dan Sukmawatipun menjawab , sudah boleh Nak, ayo kit baca do’a bersama “.

12Waktu yang dinantikan pun tiba . jam 10.00 pagi, Dokterpun datang membuka perban mata Miska. Tangispun pecah dari Ibu Miska dan Sukmawati, manakala Miska diminta melihat lampu. Dengan tatapan nanarnya, bola mata miska bergerak kearah cahaya lampu. Saat diminta untuk menghitung, Miska dengan lantang menghitung jemari yang diarahkan kepadanya tanpa perlu meraba lagi. Dokterpun meminta Sukmawati mengajak Miska berjalan di taman sekitar rumah sakit. Miska dengan percaya diri melangkah tanpa perlu di bimbing lagi.

Ketika memasuki kantin di Rumah Sakitpun Miska sudah dapat memilih sendiri makanan yang di kehendakinya. Masya Allah, mukjizatMu hadir dimata gadis kecil Bone yang cerdas dan memiliki suara indah. Semoga cita-citamu dapat terwujud dan menjadi Dokter Mata yang dapat memberikan sumbangsihnya bagi masyarakat luas.